Posts Tagged With: Cinta Cenat Cenut

A woman who loved by my husband.


Kehidupan pernikahan kami menurutku baik-baik saja. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Arya tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja hingga larut malam bahkan terkadang baru pulang kerumah pada saatnya shalat subuh. Sesampainya dirumah, biasanya dia langsung mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Terkadang aku berfikir dia sangat workaholic.

Setiap hari ia menciumku maksimal dua kali sehari, yaitu disaat pagi menjelang ia berangkat kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Aku berfikir hal ini wajar karena pada masa pacaran dulu, dia tidak pernah romantis, sempat aku berfikir dia bukanlah seseorang yang bisa bersikap romantis, malah mungkin hal seperti itu baginya terlalu biasa.

Semenjak menikah, kami mulai jarang ngobrol sampai malam, jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Pernah beberapa kali kami makan di meja makan berdua, mungkin bagi pasangan lain itu adalah waktu yang tepat untuk sharing dan mengobrol dengan pasangan masing-masing. Tapi yang terjadi adalah kami berdua sibuk dengan sendok dan garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur tiba, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau bermain dengan anak-anak kami, bahkan dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku selalu mengira rumah tangga kami baik-baik saja seperti rumah tangga pada umumnya. Karena selama 8 tahun pernikahan kami, semua tampak normal dimataku. Sampai pada hari yang terik itu, suamiku terbaring lemas di ranjang salah satu rumah sakit ternama ibukota. Kata dokter yang merawatnya, ia terkena penyakit Typhoid (tipus) karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah. Penyakitnya itu membuatnya harus dirawat di rumah sakit, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Tak lama setelah itu aku pun kembali menuju ruang ICU, tempat suamiku dirawat. Terlihat seorang perempuan datang menjenguknya, ketika aku baru saja sampai disana. Wanita itu memperkenalkan diri, dia bernama Rara, teman lama Arya semasa kuliah dulu.

Rara memang tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika kedua matanya dapat berbicara dan memancarkan cahaya, seakan-akan waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat-kalimatnya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki-laki maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Rara tidak pernah kenal dekat dengan Arya selama mereka kuliah dulu, Rara bercerita Arya sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. Lima bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Rara yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Arya yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja..

Aku mulai mengingat-ngingat perlahan. Yah, aku ingat, lima bulan lalu ada sebuah perubahan yang cukup drastis pada diri suamiku, Arya, hampir setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari tiga kali. Bahkan dia membelikan aku sebuah parfum keluaran terbaru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Malah terkadang ia terlihat bingung sambil memegang handphonenya, seakan menunggu sesuatu. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Rara pernah datang pada saat Arya sakit dan masih dirawat di rumah sakit. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Arya tidak juga mau aku suapi. Rara masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,

“Hai Rise, apakabar? Wah tampaknya anak sulungmu yang nomor satu ini masih tidak mau makan juga? Uhh… Dasar anak nakal, sini piringnya Ris, akan ku coba memberinya makan”ujarnya sambil meminta piring yang ada di tanganku. Aku pun memberikannya pada Rara, lalu dia terus mengajak Arya bercerita sambil tangannya menyuapi Arya, hingga sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Aku tampak tidak percaya lagi saat kulihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, bahkan tidak pernah sedetikpun ada tatapan itu ketika aku dan dia bersama! Huh!

Hatiku lebih terasa sakit, lebih sakit dari saat dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku ketika aku memeluknya dan berharap dia memelukku kembali. Rasa ini lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar yang aku jalani ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Bahkan rasa ini lebih sakit dari rasa cemburuku ketika dia lebih sering menyentuh komputer dan berkas kantornya dibanding aku, istrinya.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat wanita bermata indah itu. Rara begitu manis, bahkan sangat sangat manis. Dia bisa hadir tiba-tiba, membawakan donat buat anak-anakku, dan membawakan makanan kesukaanku, ekrol. Pernah dia mengajakku jalan-jalan keluar bersama untuk nonton film di bioskop. Pernah juga dia datang bersama suami dan kedua anaknya yang sangat lucu-lucu.

Aku tidak pernah bertanya padanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? Karena sepertinya tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang selama ini terus bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan bukan lagi gerimis yang datang tetapi sudah hujan kemudian.

Sore itu, anak sulungku, Andari, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya sedang asyik bermain komputer ayahnya dan dia berhasil membuka password email ayahnya. Wajahnya sempat berkerut lalu tak lama ia pun memanggilku, “Bunda, apakah Bunda mau melihat surat Ayah buat Tante Rara, Bun?”tanyanya polos ketika aku berdiri menghampirinya dibalik komputer tersebut.

Aku tertegun memandangnya, dan mulai membaca surat elektronik itu.

Dear Rara,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rise, istriku. Aku mencintai Rise karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak-anakku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh-sungguh mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik-konflik terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku sendiri pun tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon-pohon beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan-hutan belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki-laki yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rise bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi dia tidak akan pernah dapat merenggut jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

totally yours,

Arya

Mataku terasa panas ketika membaca kata demi kata yang tercetak jelas dan tampak pada komputer tersebut. Anak sulungku, Andari memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Bahkan dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, namun tidak pernah aku berikan untuknya..

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa-sisa uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak-anakku. Memang Arya merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam-macam merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan semua teman-temanku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Aku merasa betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku dari dulu? Itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku..

Kuliahat Arya akhir-akhir ini terus menerus sakit-sakitan, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura-pura tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Arya adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

—————————————————————————————————————————————————————————————————-

Setahun kemudian…

Disebuah taman pemakaman umum, tampak seorang wanita sedang membuka beberapa amplop surat dan matanya mulai berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

Hai Arya, suamiku….

Apakabar sayang? Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku bahkan terlalu sering marah, ketika kamu asyik bekerja dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku. Aku bahkan berpikir, aku adalah si puteri cantik yang diinginkan banyak pria ini telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..

Ternyata aku keliru, Ya. Aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantormu dulu yang aku tahu sebenarnya kamu sangat menyukainya..

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, “kenapa, Rise? Kenapa kamu mesti cemburu? Dia sudah menikah, dan tidakkah kau sadar aku telah memilihmu menjadi istriku?”

Aku tidak perduli, dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Karena ternyata engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu yang selalu mencintaimu,

Rima

Tangan wanita ityu perlahan kembali membuka amplop lainnya, amplop itu bergambar hati dan kertas suratnya bergambar merah jambu.

“Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es di kutub. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Rara……”

Surat demi surat, wanita itu keluarkan dari setiap amplop yang ada. Air  matanya tidak lagi terbendung, dia sudah tidak dapat menyeka air matanya sendiri dengan sebuah tissue yang selalu ada di dalam tasnya.

Hai suamiku, aku telah bersumpah akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Tidak kah kau sadar, Ya? Aku telah berubah, Arya. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah-marah padamu, aku tidak lagi suka membanting-banting barang-barang di rumah dan berteriak jika emosi. Bahkan aku mulai belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalu menabung walaupun hanya sekedar sisa uang belanja yang kau berikan padaku. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, hanya untuk menanyakan, “sudahkah kekasih hatiku yang kusayang ini makan siang hari ini?”. Aku berjanji akan selalu merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah.

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya, Arya 🙂 .

Wanita itu adalah Rara, tangannya bergerak menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya,  dipeluknya Andari yang sudah duduk tersedu-sedu disampingnya.

Hingga ini adalah surat terakhir, dan surat ini seperti baru ditulis pagi ini…

Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kita yang ke-9. Happy Anniversary for Our Family. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Oma Ajeng, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu terpancar dari kedua matamu, dan sinar itu untukku. Inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu?

Andari mulai menarik nafas dan menatap Rara, lalu mulai bercerita,

“Siang itu Bunda menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah-marah kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Bunda memarkir motornya diseberang jalan. Dan ketika Bunda sedang menyeberang jalan, tiba-tiba sebuah mobil lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi. Aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante. Aku melihatnya masih memandangku sebelum dia benar-benar tidak lagi bergerak……”.

Andari memeluk Rara dan terisak di dalam pelukan wanita tersebut. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Rara mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Arya mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rise membacanya.

Dear Rara sahabatku,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rise berbeda, dia tidak lagi pernah marah-marah dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba-tiba aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar, Ra.  Inikah tanda-tanda aku mulai mencintainya?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Rara. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak-anakku, tapi karena dia adalah belahan jiwaku. Seseorang yang saat ini sangat ingin aku jaga dan aku belai hingga ajal memisahkan kami.

Regards,

Arya.

Rara menatap Arya yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan istrinya, Rise. Diwajahnya tampak sebuah duka yang sangat dalam. Namun sayang, semuanya telah terjadi.

Terkadang kita memang baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Semoga cerita pendek ini bisa membuka semua mata orang yang membacanya. Sebenarnya cerita ini tidak hanya untuk seorang Ayah dan Bunda. Tapi juga untuk semua kalangan yang sudah mulai berfikir jernih dan membuka matanya untuk kehidupan yang sebenarnya.

Regards, Blue! ❤

Advertisements
Categories: anythings! | Tags: , , , , , | Leave a comment

Find your Korean Name >.<


Well, pasti sudah banyak yang tahu bagaimana cara membuat nama korea kan? Ada yang pake komputer, ada yang corat-coret sendiri atau yang mencocokkan dengan tanggal lahir. Hehehehe. Meskipun udah banyak yang membuat postingan seperti ini, tapi aku tetep mau posting bagaimana cara membuat nama koreamu dan artinya sekalian.

Baiklah! Ini ada beberapa cara mencari tahu nama korea kita.

1. Dengan menggunakan situs online Korean Name Generator.
RumandMonkey.com , dalam situs ini, kita tinggal masukin nama kita dan jenis kelamin. Nama beakang kita pertama ditulis, baru nama depan kita dipenggal jadi dua (kalau nama kita 2 kata). Aku sudah coba dan nama koreaku menurut situs ini adalah Shin Min Gi. Nah, dalam rumandmonkey ini, juag bisa mencari nama jepangmu, nama western, nama harry potter dan lain-lain. Asyik lho… behindthename.com, dalam situs ini, kita bisa memasukkan nama kita, atau biarkan komputer memilih secara random. Setelah aku coba dengan menulis nama, nama koreaku adalah Jin Yong Ki (omo! kok kayak nama cowok?), dan kalau random namaku adalah Han Myeong Sang. kelemahannya disini, tiap mencoba, pasti hasilnya berbeda. Disini kamu juga bisa mencari tahu namamu dalam banyak negara.

2. Dengan menggunakan tanggal lahir.Cara ini sudah pernah aku posting sebelumnya. Menggunakan tanggal lahir untuk menentukan nama keluarga, tengah dan akhir nama korea kita.

Nama Keluarga/Surname/Seong (Angka terakhir dari tahun lahirmu).
0. Park
1. Kim
2. Shin
3. Choi
4. Song
5. Kang
6. Han
7. Lee
8. Sung
9. Jung

Nama tengah menggunakan bulan lahir :
1. Yong
2. Ji
3. Je
4. Hye
5. Dong
6. Sang
7. Ha
8. Hyo
9. Soo
10 Eun
11 Hyun
12 Rae

Nama akhir menggunakan tanggal lahir:
1. Hwa
2. Woo
3 Joon
4 Hee
5 Kyo
6 Kyung
7 Wook
8 Jin
9 Jae
10 Hoon
11 Ra
12 Bin
13 Sun
14 Ri
15 Soo
16 Rim
17 Ah
18 Ae
19 Neul
20 Moon
21 In
22 Mi
23 Ki
24 Sang
25 Byung
26 Seok
27 Gun
28 Yoo
29 Sup
30 Won
31 Sub

3. Bisa juga dengan memilih naka korea kita sendiri. Contohnya dalam situsbabynology.com. Kita juga bisa membuat nma korea kita sendiri.

Dari nama korea kamu, ternyata punya arti juga lho.
Nama Keluarga (Seong)
Kim = keemasan
Lee, Park, Kang = kesejahteraan, kekuatan
Moon = kata-kata
Jung = terhormat, kebenaran, cinta kasih
Shin = kepercayaan
Ok = permata, mutiara
Kwan = Kekuatan
Cho = cantik/tampan
Bae = inspirasi
Han = beriman
Yoo = kelembutan

Nama Kecil (Myeong)
Ae = cinta
bi = hujan
bobae = berharg
abok = diberkati
bon = terbaik
bong = luarbiasa
chul = ketegaran
chin = berharga
ching = kebangsawanan
dae = hebat
deok = kebajikan
dong = timur
eun = rahmat
gi = berani
goo = meraih
hak = terpelajar
hana = kesatuan, bunga, satu
haneul = langit, surga
hee = suka cita
hwan = bersinar
hyun = kebajikan, kehormatan
hyun-shik = cerdas
hyun-ki = bijaksana
hye = perempuan anggun, kebijakan, intelejensi
hea = keanggunan
hwa = kacantikan, keabadian
hyeon = bijak
hyo = kewajiba
nil = tulus
in = manusia
wijae = terhormat
ji = kebijakanjeong = suci
jin = kebenaran
ki = energi
kwang = bersinar
kyung = cemerlang
kyeong = kehormatan
mi = cantik
min = kecerdasan
moon = berpendidikan
myung = kecerdasan
nam = selatan
ren = anggrek
ryeon = terata
iryung = cemerlang
sang = mulia
seung = pemenang
so = abadi, cantik
soo = keunggulan
sook = kemurnian
soon = kelembutan
su = keistimewaan
suk = kebesaran
sung = terselesaikan
tak = kemenangan
woo = gadis
wook = matahari terbit
yong = keberanian
young = kemakmuran
yoon = membiarkan
yul = hasrat
yun = melodi
hwon = matahari
yeon = hujan gerimis/kabut
wol = bulan
seul = salju
yeom = api

Wah, kalau begitu namaku yang Lee Hye Mi artinya kesejahteraan, kebijakan dan cantik. Hahahah. bagus, bagus, aku ngga salah pilih. Oia, sekedar informasi nama hazuki = bulan. Padahal aku penginnya nama ku ada unsur ‘bulan’nya,, (demam MoonSun.com).

Sekali lagi, mungkin posting seperti ini udah sering, tapi nggak apa-apa kan??? sekedar bersenang-senang….

source : tazkiana & myvirtualchamber

Categories: anythings! | Tags: , , , , | Leave a comment

Cinta Cenat Cenut’s Fact


1. Di CCC STIE Indonesia Banking school di kawasan Kemang diceritakan sebagai sekolah SM*SH.
2. Kata Morgan, meski melelahkan, berakting jadi pengalaman baru yg mengasyikkan. Meski mengasyikkan, Morgan masih menomorsatukan menyanyi.
3. Tokoh pria pendiam dan cool yg dimainkannya di CCC, ia nikmati meski tak seperti karakter dirinya. “Ada kalanya saya pendiam atau ceria, tergantung mood. Tidak seperti Morgan di CCC yang mati rasa,” ujarnya.
4. Berbeda dengan Morgan, Rafael justru mengaku ketagihan berakting. “Passion saya di nyanyi. Cuma belakangan ini, di tengah-tengah show suka kangen lokasi syuting.”
5. Waktu ditanya bagaimana asal mula mereka bisa main di CCC, Rafael menjawab, “Pada mulanya Trans TV menerima foto-foto kami. Dari foto itu, karakter cool dan pendiam untuk Bisma dan tokoh tempramen buat Morgan. Ternyata, apa yang diliat dari foto melenceng. Di depan kamera, justru muka saya yg “dapat” galaknya.
6. Terang terang Rafael kaget mendapat peran utama itu. Soalnya, bertolak belakang dengan pribadinya. “Saya paling enggak bisa marah. Kalau ada apa-apa biasanya ‘Ya udah, deh’.”
7. Salah ratu referensi Rafael untuk mendalami tokoh itu, dengan mempelajari karakter Rangga (dimainkan Nicholas Saputra) di film Ada Apa Dengan Cinta.
8. Sedangkan bagi Bisma, pengalaman mengesankan saat syuting adalah ketika mengendarai mobil sport. “Deg-degan banget nyetir mobil mahal. Antara senang dan takut lecet. Habis ngebut dan beloknya harus cepat banget. Karena sudah biasa ngebut, jadi sudah handal.”
9. Tentang aktingnya di CCC kata Bisma, ada pujian dan kritik. Salah satu kritik, logat sunda Bisma kadang keluar saat berdialog.
10. Kesulitan berakting lain dialami Bisma ketika harus merayu wanita. “Kan, ceritanya saya playboy. Saya masih kaku merayu. Enggak biasa dan memang enggak suka ngegombal,”
11. Mengenai bobot tubuhnya yg menyusut, Bisma menjawab sambil tertawa. “Padahal, aku dikenal paling banyak makan di antara personel SM*SH. Dulu, beratku 55 kg, sekarang 50 kg. Mungkin karena capek dan aku punya penyakit insomnia,” katanya enteng.
12. Pemeran utama cowok, Rafael dipanggil Cocoh dan pemeran utama cewek, Natasha Rizki panggilannya ChaCha. Maka jadilah, ada Cocoh dan ChaCha di CCC.
13. Nama Keluarga anak-anak SMASH di Cinta Cenat Cenut : Rusdiantoro, diambil dari nama produser film 3 SAHABAT (JP, Brandon, Fay) yaitu Mas Harli Rusdiantoro. Dan nama ayah Rafael di serial ini juga Harli Rusdiantoro.
14. Istri dari sutradara Cinta Cenat Cenut ini, Mas Archie Hekagery adalah penggemar SM*SH
15. Di Eps 1, ada adegan dimana Chacha makan malem sama Cocoh dan ada background I LOVE YOU itu, sebenernya di take dari jam 4 pagi bukan malam hari.
16. Diantara semua anak SM*SH, hanya Rangga yang punya pengalaman akting di sinetron, namun nyatanya anak-anak SM*SH lain bisa belajar dengan cepat dasar-dasar akting. Mereka dilatih oleh Bang Norman, dosen IKJ yang juga mentor artis-artis di film-film terkenal seperti : LOVE, HEART, dll.
17. Waktu di casting pertama kali oleh script editor CCC, Dewieyen & P.A CCC, Tryas, yang paling lucu dan bikin ngakak adalah Morgan. Karena Bisma selalu godain Morgan. Jadinya take Morgan banyaaaaaaaaaaak banget ngabisin batere handycam.
18. Ketika diceritain Bisma tentang kisah telunjuk kiri dan luka-lukanya, ChaCha dan script editor CCC: dewieyen segera saja berpikir kalo Bisma itu cowok paling keren sedunia…!! Karena apa? Dia sama sekali nggak dendam sama orang-orang jahat nggak beres yang udah ngelukain dia. Salut banget yaaaa…..
19. Gara-gara ngomongin Odoth (monyet jantan-nya Bisma), Dewieyen baru tau pertama kali kalo monyet betina itu ada hari-hari Merah-nya (menstruasi) juga..!! Jadi gini percakapannya:
Dewieyen: Odoth itu cewek apa cowok?
Bisma : Cowok. kalo cewek mah repot, ka dewi…
Dewieyen : Kenapa?
Bisma : itu.. ada masa haid-nya gitu… repot kan..
Dewieyen : Oh, yaaa??
Bisma : iya… emang baru tau? anjing juga gitu kali, ka dewi… semua yang melahirkan mah, emang ada M-nya.
Dewieyen : (langsung merasa gak berguna sama sekali karena baru tau makhluk mamalia ada masa M-nya, dan segera menyalahkan diri, waktu pelajaran Biologi SMP & SMA ngapain ajaaaa!!!???)
Rangga : (nyamber) Lah.. ka dewi… emangnya ga tau apa? Itu laut merah… Kenapa lautnya warnanya merah semua… ya gara-gara ikannya disana cewek semua……

20. Judul Ep1 “I Dare You” murni diambil dari improvisasi Bisma yang menggunakan kalimat tersebut sebagai dialogny. Padahal di script tidak ada kalimat tersebut
21. Sebelum premiere CCC di Blitz mulai, Bisma, Rangga & Rafael shoot adegan makan Pizza (Ep3). Harusnya Ilham, Reza & Dicky ada di scene ini tapi ditiadakan karena mereka masih skolah di Bandung.
22. Dialog Dicky “Thanks Grandpa, I Heart You” di eps 9, seharusnya diucapkan oleh Ilham.
23. Karakter Sisi awalnya hanya jadi joke saat brainstorming soal perkembangan cerita CCC. Namun karakter ini diangkat juga karena dianggap unik.
24. Karakter Rena “Antis” juga sudah dibentuk dari awal dan dipersiapkan untuk menjadi pasangan Bisma.
25. Kalimat “Oya, Wow!” adalah dialog yang diberikan secara khusus dari sutradara pada Morgan sebagai ciri khas Morgan
26. Selama pemutaran CCC dari episode 1-13, KHUSUS SMASH, tidak ada adegan di dalam kelas
27. Walaupun di film Morgan benci banget sama mama tiri-nya tapi aslinya dia deket bgt sma teh Femmy
28. Kalau di CCC Caca jadi rebutan Coco dan Morgan, tapi diluar scene dia malah deket bgt sma Rangga, malah sempet keliling komplek pke mobil yang akan digunakan untuk syuting.
29. Rambut Rafael di episode 1 berubah-ubah. Kadang lbh pendek, kadang lbh panjang. Kadang belah kanan, kadang belah kiri. Dikarenakan shoot CCC eps 1 sbgian diambil di awal januari & sbgian lg diambil di awal Februari.
30. Kemeja Morgan berbeda di eps 1 ending & eps 2 awal. Krn pas shooting Eps 2, bajunya hilang entah kemana
31. Pada saat shoot ep 6 Bisma kena sesak napas tepat setelah take. Bahkan suaranya terdengar parau & punggungnya berkeringat.

source:

Categories: anythings!, SM*SH | Tags: , , , , , , , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.